Header Ads

ads

Akses Masuk Saudi Ditutup, Kepulangan Jamaah Umroh Tak Terganggu

Al Muawanah - Kerajaan Arab Saudi menutup sementara akses masuk ke wilayahnya bagi pendatang dari 20 negara, termasuk Indonesia. Hanya warga negara Saudi, diplomat, praktisi kesehatan, serta keluarga mereka yang diizinkan masuk. Kebijakan tersebut diambil, karena semakin meningkatnya kasus covid-19 di negara Arab Saudi.


Keputusan tersebut diterbitkan pada 2 Februari 2021 dan berlaku efektif sejak 3 Februari pukul 21.00. Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali memastikan bahwa keputusan tersebut tidak mengganggu jadwal kepulangan jamaah umroh. 

"Jadwal kepulangan jamaah umroh masih tetap berjalan, sesuai jadwal. Kalau untuk keluar dari Saudi, tidak ada masalah," tutur Endang di Jeddah, seperti dikutip dari keterangannya, Kamis 4 Februari 2021.

Jamaah atau jemaah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artinya kumpulan atau rombongan orang beribadah; -- haji; orang banyak; publik. Sedangkan umroh atau umrah dalam KBBI, artinya kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari upacara naik haji, dilakukan setiba di Mekah) dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di padang Arafah, yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji; haji kecil.

Baca juga: 6 Aturan Bagi Jamaah Umroh Saat Pandemi Covid-19 

Penyelenggaraan ibadah umroh dibuka oleh Arab Saudi, untuk warga negara di luar Saudi pada tanggal 1 November 2020. 

Hingga 2 Februari 2021, total kedatangan jamaah umroh asal Indonesia di Arab Saudi, mencapai 2.603 jamaah. Jamaah tersebut diberangkatkan dari dua bandara, yaitu Soekarno Hatta, Banten, dan Juanda, Jawa Timur.

"Saat ini, ada 670 jamaah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Mereka sedang menjalankan ibadah umrah dan menunggu jadwal kepulangannya.

"Selama di Saudi, mereka tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, sesuai kebijakan pemerintah setempat," lanjut Endang. (as)

Baca juga: Vaksin Sinovac Tunggu BPOM Meski MUI Keluarkan Fatwa Halal